BAHASA Bahasa Indonesia Sentra Edukasi
GEOGRAFI Geografi Sentra Edukasi
SEJARAH Sejarah Sentra Edukasi
FISIKA Fisika Sentra Edukasi
KIMIA Kimia Sentra Edukasi
MATEMATIKA Matematika Sentra Edukasi

Transplantasi Organ

(X)

Transplantasi Organ - Pemahaman mengenai jaringan, organ, dan sistem organ sangat penting dalam penemuan berbagai macam teknologi di bidang kedokteran. Berdasarkan pengetahuan tentang organ, dewasa ini telah dapat dilakukan transplantasi organ yang berasal dari orang lain. Organ yang ditransplantasikan misalnya kulit, hati, ginjal, dan jantung. Namun, tidak hanya organ-organ tersebut yang dapat ditransplantasikan. Simaklah artikel berikut ini agar Anda merasa lebih jelas.



Mini Transplantasi Rendah Biaya dan Efek Samping

RS Kanker Dharmais berminat untuk mengaplikasikan mini transplantasi pada pengobatan kanker darah dan kanker pada Jaringan. Selama ini salah satu terapi pada pasien penderita kanker darah dan penyakit kelainan darah lainnya adalah dengan melakukan transplantasi sumsum tulang. Cara ini sudah lama dilakukan dan menyebabkan kesakitan yang sangat luar biasa pada penderitanya.

Proses transplantasi sumsum tulang belakang (bone marrow transplantation) rumit. Yang harus dilakukan adalah mencari kecocokan gen pendonor dengan penerima. Apabila gen donor tak cocok, risikonya sangat besar hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, pendonor lebih banyak diambil dari satu garis keturunan. Oleh karena faktor kerumitan dan risiko yang sangat tinggi pada transplantasi sumsum tulang secara konvensional, para dokter pun mencari cara lain. Cara itu adalah mini transplantasi yang menggunakan sel induk (perifer blood stem cell transplantation-PBSCT) dan darah tali pusat bayi (umbilical cord blood-UCB).

Menurut sumber penelitian, darah dari tali pusat bayi dapat digunakan sebagai bahan transplantasi pasien leukimia. Keberhasilannya pun cukup menggembirakan, sekitar 33 persen. Transplantasi darah yang berasal dari tali pusat sebenarnya sudah sejak lama dilakukan. Misalnya, pada anak yang diperkirakan tidak mempunyai cukup sel induk (stem cell) untuk memproduksi sel darah merah jika dia dewasa nanti. Namun, keberhasilannya terhadap pasien leukimia baru dapat dibuktikan sekarang ini. Sel induk adalah sel yang berfungsi sebagai sumber sel baru. Ia sanggup berkembang biak secara tidak terbatas dan berkembang menjadi sel khusus. Sel ini yang menyusun Jaringan tubuh. Bila terjadi perlukaan, sel ini membelah diri dan membuat sel baru, menggantikan sel yang rusak.

Sumber: Republika, Edisi 21 Desember 2004


Gambar 1. Organ jantung dan ginjal dapat ditranplantasikan


Transplantasi organ dari satu orang ke orang lain sering gagal karena tubuh resipien segera bereaksi menolaknya. Hal ini disebabkan organ yang ditransplantasikan dianggap sebagai benda asing sehingga harus dilawan dengan antibodi. Jadi, transplantasi yang aman dilakukan jika jaringan atau organ yang ditransplantasikan berasal dari tubuhnya sendiri. Misalnya, kulit wajah yang rusak dapat ditransplantasikan dengan kulitnya sendiri yang bisa diambil dari kulit paha. Apabila kulit yang ditransplantasikan berasal dari kulit tubuhnya maka tubuh tidak akan memproduksi antibodi untuk melawan jaringan baru tersebut. Oleh karena itu, jaringan baru akan terbentuk yang diikuti dengan terjadinya vaskularisasi sehingga jaringan baru tersebut akan terus terbentuk dan menyatu menutupi luka.

Pada beberapa kasus transplantasi kulit yang berasal dari tubuh orang lain juga akan terjadi vaskularisasi. Namun, beberapa hari kemudian terdapat sel-sel limfosit dan makrofag yang masuk ke dalam jaringan yang ditransplantasikan. Sel-sel limfosit ini akan mengeluarkan antibodi dan makrofag memakan jaringan asing tersebut. Hal ini dapat menyebabkan resipien meningggal sehingga untuk mengatasi hal ini, biasanya pasien diberi obat penekan sistem imun untuk menghambat produksi antibodi. Namun, penggunaan obat tersebut belum dapat menjamin keamanan pasien.

Operasi bedah wajah total (face off ) adalah salah satu teknik transplantasi organ yang pernah dilakukan di Indonesia. Penyebabnya, antara lain karena adanya kulit wajah pasien yang rusak akibat tersiram air keras. Karena itu, organ kulit wajah dan pembuluh darah harus dioperasi. Kulit dan pembuluh darah yang ditranplantasikan pada kondisi ini dapat diambil dari kulit punggung dan paha pasien itu sendiri. Sekedar contoh, kita mungkin pernah mendengar operasi face off yang dilakukan salah seorang bernama Yanti (bukan nama pasien sebenarnya). 

Operasi ini dilakukan tanggal 29 Maret 2006 oleh tim dokter RSU dr. Sutomo, Surabaya. Pada operasi tersebut, dilakukan beberapa tahapan, antara lain, operasi menyayat tubuh bagian kanan, seperti wajah kanan, paha kanan, dan punggung kanan. Kemudian operasi tubuh bagian kiri, seperti wajah kiri, punggung kiri, dan paha kiri, dan pemotongan pembuluh darah. Lima hari pasca operasi, jaringan kulit wajah sudah kembali sedia kala. Alhasil, Yanti dapat memiliki organ tubuh lengkap meski tingkat kesempurnaannya berbeda.



Umumnya transplantasi kulit dilakukan dengan mengambil jaringan kulit dari individu yang sama, cara ini disebut Transplantasi Organ autograf. Jika organ yang akan ditransplantasikan berasal dari individu lain yang memiliki genetik identik, misalnya antara dua orang kembar disebut Transplantasi Organ isograf . Kebanyakan transplantasi organ pada manusia adalah Transplantasi Organ alograf, dilakukan dengan memindahkan organ dari suatu individu ke individu lain yang berbeda genetik, tetapi satu spesies, misalnya antara manusia dan manusia. Dapat juga terjadi transplantasi organ antara dua individu dari spesies yang berbeda, misalnya antara manusia dan simpanse, transplantasi ini disebut Transplantasi Organ xenograf. Semua tipe transplantasi itu baru berhasil jika tidak ada penolakan dari resipien terhadap jaringan dari donor ( Jenis Transplantasi Organ )

Transplantasi biasanya dapat dilakukan jika terdapat kecocokan antara gen pendonor dan penerima. Biasanya, pendonor lebih banyak diambil dari satu garis keturunan. Namun, transplantasi organ dari kerabat dekat misalnya ayah, ibu, saudara, dan anak juga belum menjamin keberhasilan transplantasi.

Para pakar juga telah berupaya mendapatkan organ yang memiliki sistem imun identik dengan pasien yang dilakukan dengan teknik pengklonan sel menjadi organ. Misalnya, menumbuhkan organ (hati dan ginjal) yang berasal dari sel tubuh penderita. Namun, semua ini baru dalam tahap penelitian sehingga belum ada wujud nyata dari upaya ini


Demikian artikel "Transplantasi Organ" ini saya susun, artikel ini saya ambil dari ( BSE ):

Biologi Kelas IX  karangan Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarni hadisusanto.
Biologi SMA / MA Kelas IX  karangan Siti Nur Rochmah , Sri Widayati , Meirina Arif
Biologi untuk SMA / MA Kelas IX Program IPA karangan Faidah Rachmawati , Nurul Urifah ,Ari Wijayati
Praktis Belajar Biologi 2 Karangan Fictor F , Moekti A.


TAHUKAH ANDA, BUKU BSE DAPAT DIMILIKI SIAPA SAJA SECARA GRATIS TANPA MELANGGAR HUKUM ?
SEGERA KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD BUKU BUKU BSE LEWAT ARSIP KAMI


Semoga Apa yang beliau tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^. 

Pesan yang hendak disampaikan sentra-edukasi.com adalah "Mari kita gunakan BSE!, Siapa bilang BSE tidak bermutu ^_^, Mari kita mudahkan pencarian informasi untuk pendidikan!!!" Transplantasi Organ - END

test

{ 2 Komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Test